DSJ Festival Budaya 2026 – KULTURANTARA

Published:

April 28, 2026

Author:

Selamat datang di KULTURANTARA 2026 – Deutsche Schule Jakarta menyambut sekolah-sekolah mitra kami dari New Delhi, Kuala Lumpur, Chiang Mai, Bangkok, dan Manila untuk satu minggu penuh kreativitas, budaya, dan kebersamaan.

Para siswa, rekan-rekan guru, orang tua, dan para tamu undangan yang kami hormati, selamat datang dengan hangat di Kulturfestspiele 2026 – Kulturantara – di Deutsche Schule Jakarta! 💛


Dalam beberapa hari ke depan, kampus kami akan menjadi ruang yang hidup untuk saling bertukar – tempat di mana budaya terhubung melampaui batas negara, bahasa, dan tradisi.


Dari tanggal 22 hingga 26 April, kita akan menikmati beragam program yang mencakup seni, musik, tari, teater, kerajinan, dan media – yang dipersembahkan oleh para guru yang berdedikasi dan, yang terpenting, oleh para siswa. Festival ini bukan sekadar menampilkan karya kreatif; ini adalah ruang untuk kolaborasi, belajar bersama, dan menemukan perspektif baru.

Ikuti berbagai highlight KULTURANTARA di sini…
Sepanjang festival, kami akan membagikan update harian, karya siswa, serta momen-momen paling seru secara langsung saat berlangsung.

Kami dengan hangat mengundang Anda untuk bergabung dalam Opening Ceremony pada hari Rabu, 22 April pukul 18.30, saat kita bersama-sama merayakan awal dari hari-hari istimewa ini dalam suasana yang meriah dan penuh kehangatan.


Anda juga sangat dipersilakan untuk menghadiri Closing Event pada hari Sabtu, 25 April, yang dimulai dengan tur pameran berpemandu pada pukul 15.45, dilanjutkan dengan perayaan penutup di aula pada pukul 16.45, di mana kita akan bersama-sama mengenang berbagai pengalaman dan momen yang telah dibagikan sepanjang festival.


Workshop-workshop yang diadakan mencerminkan semangat Kulturantara dan menunjukkan pendekatan kami: pendidikan yang menyeluruh, kebebasan berkreasi, serta keterbukaan internasional – yang selalu terhubung dengan budaya lokal di sekitar kita.


Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya festival ini – para guru, panitia, keluarga tuan rumah, dan para pendukung. Terima kasih khusus juga saya sampaikan kepada Atiqa (Kelas 12), yang telah menciptakan identitas visual Kulturantara, termasuk logo dan merchandise untuk seluruh peserta.


Sebagai tuan rumah, merupakan suatu kebahagiaan bagi kami dapat berbagi momen ini bersama Anda, dan kami sangat senang dapat menyambut banyak dari Anda secara langsung. Saya berharap kita semua dapat menikmati workshop yang menginspirasi, penampilan yang berkesan, serta banyak momen kebersamaan.


Selamat datang – herzlich willkommen – welcome to Kulturantara 2026!


Salam hangat,

Jörg Dietze

Gambaran Program

Kenali Sekolah Mitra Kami

Kenali Sekolah Mitra Kami

German Embassy School New Delhi (DSND)
Terletak di kawasan diplomatik di jantung New Delhi, DSND mempertemukan siswa dari berbagai latar belakang internasional. Sekolah ini dibentuk oleh rasa kebersamaan yang kuat serta budaya yang terbuka dan berpikiran global, yang mendorong tanggung jawab, pertukaran, dan perkembangan diri.

Deutsche Schule Kuala Lumpur (DSKL)

Salah satu keunikan DSKL adalah lokasinya di Eurocampus yang digunakan bersama dengan French School of Kuala Lumpur. Hal ini menciptakan lingkungan bikultural yang alami, di mana siswa dapat merasakan pertukaran budaya dalam kehidupan sehari-hari di dalam suasana kampus yang modern dan kolaboratif.

Christliche Deutsche Schule Chiang Mai (CDSC)

Dengan profil Kristiani, CDSC menawarkan lingkungan belajar berbasis nilai yang menekankan rasa hormat, tanggung jawab, dan kebersamaan. Didirikan pada tahun 1994 di Thailand bagian utara, sekolah ini memadukan tradisi yang kuat dengan suasana yang mendukung dan inklusif bagi siswa dari berbagai latar belakang.

German European School Manila (GESM)

GESM menonjol dengan penawaran internasional yang luas, menggabungkan program Cambridge dan IB dengan pembelajaran bahasa Jerman yang kuat. Dengan lebih dari 50 kewarganegaraan di kampus, sekolah ini menjadi salah satu komunitas belajar paling beragam di Filipina dan menciptakan lingkungan yang benar-benar global.

RIS Swiss Section Bangkok

Menggabungkan tradisi pendidikan Swiss dan Jerman, RIS menawarkan lingkungan yang sangat multibahasa dengan lima bahasa yang diajarkan di seluruh jenjang sekolah. Berlokasi di kampus hijau di Bangkok, sekolah ini menghadirkan komunitas yang erat, di mana siswa mendapatkan dukungan individual sekaligus perspektif internasional yang kuat.

Highlight Hari Pertama, 22 April

Upacara Pembukaan

Paul, kelas 9


Pada hari Kamis, 22 April, upacara pembukaan Kulturantara, festival sekolah Jerman di Asia Tenggara, berlangsung di DSJ.


Di awal acara, lagu kebangsaan Jerman dan Indonesia diperdengarkan. Setelah itu, dijelaskan apa itu festival budaya ini dan apa maknanya. Dengan bunyi gong, festival resmi dibuka. Setelahnya, sekolah-sekolah menampilkan berbagai pertunjukan kreatif dan unik. Pertama, Deutsche Schule Kuala Lumpur menampilkan drama tentang dua turis Jerman di Kuala Lumpur. Kemudian, delegasi dari India membawakan perpaduan tarian tradisional dan budaya.


Di antara penampilan, band tingkat menengah DSJ memainkan sebuah lagu. Salah satu highlight adalah penampilan lagu-lagu dari Filipina yang penuh energi. Negara kedua terakhir yang tampil adalah Thailand, dimulai dengan sekolah dari Chiang Mai. Sebelum sekolah kedua dari Thailand tampil, All-Star Band Deutsche Schule Jakarta memainkan sebuah lagu Indonesia. Kemudian RIS dari Bangkok menampilkan sebuah cerita singkat, tarian, dan lagu. Penampilan terakhir dari siswa DSJ menampilkan empat wilayah berbeda di Indonesia melalui pertunjukan boneka. Hal yang sangat menarik adalah salah satu lagu dalam penampilan tersebut merupakan ciptaan seorang siswa.


Di akhir acara, semua sekolah berkumpul untuk foto bersama, yang menjadi penutup yang bermakna bagi upacara pembukaan.


Acara ini berlangsung dengan sangat sukses, dan semua orang menantikan apa yang akan terjadi di hari-hari berikutnya.

Highlight Hari Kedua, 23 April

Kunjungan ke Jakarta & Awal Workshop

Hannah, kelas 9


Kunjungan ke Museum Nasional Jakarta


Pada hari Kamis, 23 April, tim Kulturantara melakukan kunjungan ke Museum Nasional Jakarta.

Setelah tiba di Museum Nasional, setiap tim didampingi oleh seorang pemandu yang menemani mereka selama tur. Dalam tur tersebut, mereka belajar banyak tentang sejarah Indonesia, mulai dari masa awal hingga periode kolonialisasi.


Di awal, mereka melihat Al-Qur’an dengan berbagai ukuran. Setelah itu, mereka mempelajari berbagai pulau di Indonesia. Salah satu highlight adalah koleksi patung Hindu dan Buddha. Detail pada patung-patung tersebut menunjukkan bahwa Hindu dan Buddha memiliki pengaruh besar terhadap sejarah Indonesia. Topik lain yang dibahas adalah masa kolonialisasi Indonesia oleh Belanda.


Secara keseluruhan, kunjungan ke Museum Nasional merupakan pengalaman yang menyenangkan dan penuh pembelajaran.

Highlight Hari Ketiga, 24 April

Workshop Budaya

Jayden, kelas 9


Observasi dari Workshop pada hari Jumat, 24 April 2026


Festival budaya di Deutsche Schule Jakarta menawarkan berbagai workshop jangka panjang di bidang tari, musik, seni, dan diskusi. Siswa dari berbagai sekolah Jerman di Asia Tenggara ikut serta dan bekerja bersama dalam kelompok campuran.


Dalam workshop Hip-Hop & House Dance, siswa yang tertarik pada tari dan suka bergerak ikut berpartisipasi. Kelompok ini terdiri dari peserta dari berbagai sekolah yang belajar langkah-langkah tari baru bersama.


Workshop Standing in the Eyes of the World diikuti oleh siswa yang tertarik pada percakapan dan diskusi. Mereka saling bertukar pendapat dan mendengarkan berbagai perspektif tentang topik-topik yang relevan.


Dalam Cross Cultural Ensemble, peserta yang tertarik pada musik bekerja bersama. Mereka berdiskusi siapa akan memainkan instrumen apa agar bisa membentuk sebuah ensemble bersama.


Workshop Movement Fusion diikuti oleh siswa yang senang bergerak. Banyak gerakan yang mengalir digabungkan sehingga tercipta alur yang tenang dan harmonis.


Dalam workshop Tinikling, siswa yang ingin menggabungkan ritme dan tari ikut berpartisipasi. Mereka berlatih bersama untuk menjaga ketukan yang tepat dan bergerak selaras dengan irama.


Dalam workshop Minimal Music, siswa yang menyukai musik bekerja dengan alat seperti xylophone dan piano. Mereka mengenal instrumen tersebut dan mencoba merasakan bagaimana bermain musik bersama.


Randai Project ditujukan bagi peserta yang ingin mempelajari gerakan tradisional. Suasananya tenang dan fokus, sehingga semua peserta dapat mempelajari gerakan secara bertahap.


Dalam workshop kreatif Shoebox Photography, siswa yang tertarik pada seni ikut berpartisipasi. Mereka melukis dan menghias kotak sepatu secara kreatif dan individual.



Secara keseluruhan, pada workshop jangka panjang pertama ini banyak dilakukan diskusi dan percakapan untuk menemukan ritme bersama dan mencoba berbagai workshop. Hasil awal mulai terlihat dan menunjukkan bahwa para peserta sudah mulai menemukan cara bekerja bersama dengan baik.

Highlight Hari Keempat, 25 April

Pameran & Upacara Penutupan

Pada hari keempat dan terakhir, sesi singkat maupun workshop jangka panjang masih berlangsung dan mencapai tahap akhir, dengan fokus pada penyelesaian dan persiapan presentasi final. Khususnya, kelompok workshop jangka panjang memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyempurnakan hasil mereka, berlatih, dan menyelaraskan kontribusi masing-masing untuk penampilan penutup di Aula, sehingga beberapa hari kerja sama dapat ditampilkan dalam sebuah pertunjukan akhir yang utuh dan terarah.

Setelah workshop terakhir selesai, fokus beralih untuk mengubah aula dan area lobby sekolah menjadi ruang pameran yang menampilkan hasil karya dari beberapa hari sebelumnya. Siswa dan guru menghidupkan ruang tersebut dengan mempresentasikan karya mereka, mulai dari anyaman dan lipatan yang detail hingga proyek eksperimental seperti seni dengan tempe dan instalasi camera obscura, yang semuanya mencerminkan kreativitas, proses, dan budaya lokal. Material alami seperti bambu dan rotan juga memberikan sentuhan khas regional pada banyak karya. Pameran ini dibuka melalui tur berpemandu yang dipimpin oleh guru seni DSJ, Chiara Giardi, yang berinteraksi dengan para tim dan membagikan wawasan tentang ide serta teknik di balik karya mereka.

Jayden, kelas 9


Pertunjukan final festival budaya ini sangat beragam. Banyak workshop menampilkan hasil karya mereka di atas panggung. Di awal, orkestra memainkan We Are the World. Setelah itu, ada sambutan singkat dari Laura Engel. Kemudian orkestra kembali memainkan All Around the World. Pada bagian program “Experiencing Rhythm and Performing Together”, ditunjukkan bagaimana musik dibangun, dengan fokus pada beat, tempo, dan ritme.


Lagu We Will Rock You juga dibawakan, termasuk sebuah solo yang sangat mengesankan. Workshop Tinikling menampilkan tarian tradisional dari Filipina, di mana ritme dan gerakan berpadu dengan harmonis. Sementara itu, workshop Movement Fusion menampilkan tarian yang lebih tenang dengan gerakan yang mengalir dan flow yang menarik.


Dalam workshop Anklung, berbagai lagu dimainkan, misalnya Balonku ada lima, yang telah dilatih dengan sangat baik oleh para siswa sebelumnya. Randai Project menampilkan perpaduan tari dan teater dengan sebuah cerita kecil dalam suasana petualangan. Workshop Hip-Hop & House Dance kembali tampil penuh energi dengan banyak gerakan cepat dan sebagian akrobatik mengikuti musik. Pada Minimal Music, musik yang ditampilkan lebih tenang dan lambat. Instrumen seperti xylophone, bass, keyboard, dan drum digunakan, dan komposisinya dibangun secara perlahan dengan peningkatan ketegangan. Workshop Standing in the Eyes of the World menampilkan sebuah cerita yang mengesankan dengan perpaduan musik dan teater. Dalam Intercultural Ensemble, musik Eropa dipadukan dan dimainkan bersama dengan instrumen Indonesia seperti anklung.


Di akhir pertunjukan, semua peserta dari berbagai sekolah Jerman di luar negeri diundang ke atas panggung. Orkestra DSJ kembali tampil sekali lagi. Terakhir, semua panitia dan pendukung menerima hadiah kecil. Secara keseluruhan, pertunjukan ini sangat menarik, dan semua peserta menampilkan ide-ide yang mengejutkan serta hasil yang kreatif. Sangat menarik untuk merasakan keberagaman budaya secara langsung.

Performers in red on stage under a screen reading “See You in Manila Kulturfestspiele 2028”

Share this Article

LINKS & RESOURCES

LINKS & RESOURCES

Download Brochure Video for Indonesian Parents

CONTACT & SOCIAL

CONTACT & SOCIAL

Call Us  (Mo–Fr, 09:00–16:00)
+62 21 537 8080

WhatsApp  (text us anytime)

+62 818 0861 8080

© 2025 German School Jakarta

© 2025 German School Jakarta    I    Legal Notice    I   Privacy Policy

LINKS & RESOURCES

Download Brochure Video for Indonesian Parents

CONTACT & SOCIAL

Call Us  (Mo–Fr, 09:00–16:00)
+62 21 537 8080

WhatsApp  (text us anytime)

+62 818 0861 8080

© 2025 German School Jakarta    I    Legal Notice    I   Privacy Policy